UKIR SEJARAH
Ketika Kreativitas & Inovasi di bidang seni bersemi
SABTU, 1 Agustus 2009 merupakan hari yang teramat istimewa untuk selalu dikenang sepanjang perjalanan hidup para siswa peserta Lomba Lukis, Cipta Lagu, dan Cipta Puisi (LLCLCP). Betapa tidak? Bersamaan dengan rangkaian peringatan hari kemerdekaan ke-64 Republik Indonesia, para siswa mengukir sejarah sebagai peserta lomba tingkat nasional, yang berlangsung di halaman belakang Istana Kepresidenan Bogor. Di samping itu, selama berkarya mereka disaksikan oleh orang pertama republik ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono, dan para menteri kabinet Indonesia bersatu. Para peserta tingkat nasional sungguh pantas memperoleh kehormatan seperti itu, mengingat sebelumnya mereka telah menempuh seleksi secara bertahap, dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, sampai tingkat provinsi. Kegiatan seleksi sampai tingkat provinsi mereka tempuh bersamaan dengan kegiatan Festival dan Lomba Seni Siswa. Khusus untuk tiga cabang tersebut pada tingkat nasional kegiatannya disatukan dalam rangkaian peringatan hari kemerdekaan RI, yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional dengan Departemen Budaya dan Pariwisata. LATAR BELAKANG DAN TUJUAN LOMBA Kesenian merupakan salah satu wahana bagi manusia untuk mengekspresikan diri. Kesenian juga memiliki posisi yang strategis dalam dunia pendidikan. Melalui kesenian, peserta didik (siswa) berupaya untuk mengasah kepekaan hati nurani dan mengaktualisasikan potensi, yang pada akhirnya akan memperhalus budi pekerti dan perilakunya. Sebagai upaya memberikan ruang bagi kreativitas dan potensi siswa SMP/MTs di bidang seni dan sastra, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Peratama, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Depdiknas, menyelenggarakan kegiatan yang mampu mewadahi ekspresi siswa, yaitu Lomba Lukis, Cipta Puisi, dan Cipta Lagu. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mewadahi berbagai kegiatan seni dan sastra, serta mengembangkan potensi yang dimiliki siswa, hingga memberikan prestasi dan kebanggaan bagi dunia pendidikan pada khususnya, dan bangsa Indonesia pada umumnya. Kegiatan lomba ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu sumberdaya manusia. Pelaksanaan lomba diupayakan dapat meningkatkan mutu belajar yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan. egiatan seni dalam pendidikan diharapkan dapat menunjang pengembangan individu, baik aspek intelektual, emosional, sosial, maupun personal secara terpadu; serta pada gilirannya meningkatkan daya cipta, rasa, karsa, dan karya para siswa itu sendiri. CABANG SENI DAN PESERTA Cabang Seni : Seni Lukis Peserta Putra 1, Peserta Putri 1, Pendamping 1 Cipta Puisi Peserta Putra 1, Peserta Putri 1, Pendamping 1 Cipta Lagu Peserta Putra 1, Peserta Putri 1, Pendamping 1
Peserta lomba dari setiap provinsi berjumlah tiga orang (masing-masing cabang seni seorang siswa) dan seorang pendamping. Jadi, jumlah keseluruhan peserta dan pendamping Lomba Lukis, Cipta Puisi, dan Cipta Lagu SMP/MTs Tingkat Nasional Tahun 2009 adalah 132 orang. Lomba bidang seni kali ini tidak hanya berorientasi pada kejuaraan. Esensi kegiatan ini terletak pada nilai pendidikannya, yaitu menjadikan lomba sebagai pengalaman belajar (learning experiences). Memang benar dalam lomba ada ajang kompetisi dan unjuk kemampuan, tetapi satu hal yang harus diingat bahwa lomba harus menjadi ajang pembelajaran terutama dalam hal olah pikir, olah hati, dan olah rasa, selain itu juga dapat mengembangan sikap dan kepribadian, seperti sikap saling menghargai, saling menghormati, solidaritas dan toleransi. Adapu tujuan lomba adalah sebagai berikut:
- Membina dan meningkatkan kreativitas siswa dalam bidang seni dan sastra.
- Menanamkan dan membina apresiasi seni dan sastra para siswa, khususnya terhadap nilai-nilai tradisi yang berakar pada budaya bangsa.
- Menggali dan mengakomodasi kreativitas siswa SMP/MTs dalam menciptakan lukisan, lagu dan puisi yang sesuai dengan tingkat perkembang jiwanya.
- Memberi dorongan kepada para siswa SMP/M.Ts dalam upaya pembinaan dan penyaluran bakat seni khususnya seni lukis, musik dan puisi.
- Meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan, rasa cinta tanah air dan saling menghargai antar sesama pelajar.
- Sebagai sarana promosi potensi siswa kepada dunia industri pariwisata.
- Menyediakan wahana kompetisi bagi putra-putri terbaik Indonesia dalam mengembangkan bakat dan minat yang dimiikinya.
APRESIASI PRESIDEN RI TAHUN ini kegiatan lomba bertemakan, “Ceria Anak Indonesia.” Kegiatan lomba berlangsung dari pukul 09.00 – 16.00 WIB. Setiap peserta lomba jenjang SD/MI dan SMP/MTs dikelompokkan dalam satu tenda, sesuai dengan cabang seni yang diikuti masing-masing. Sementara itu, para pendamping, siswa penggembira, dan panitia berada dalam satu tenda utama untuk pertunjukan dan pemberian penghargaan. Begitu pembawa acara mengumumkan, bahwa Bapak Presiden dan Ibu Negara berkenan hadir serta mengunjungi peserta yang sedang berkreasi, para pendamping dan siswa penggembira serentak berdiri dan bersorak gembira. Presiden dan rombongan turun dari Istana Kepresidenan, membalas sambutan dengan ramah, dan selanjutnya menuju tenda tempat lomba seni lukis, cipta puisi, dan cipta lagu. Setelah menyimak kegiatan pada tenda lomba lukis, Presiden berdiri menghadap para peserta di samping pintu masuk, lalu berkata dengan penuh penghargaan, “Saya merasa bangga atas kreasi para siswa dalam bidang seni...!” Para hadirin merasa terwakili dengan ungkapan apresiasi Bapak Presiden tersebut. Kemudian tepuk tangan pun bergema menyambut ungkapan Bapak Presiden. Selanjutnya Bapak Presiden dan rombongan berkunjung ke tenda lomba cipta puisi. Beliau mengitari dan mengamati para peserta yang sedang larut dalam proses penciptaan puisi. Cabang Lomba lukis dan cipta puisi layaknya bekerja dalam diam. Para peserta menuangkan imajinasi dan kreativitasnya tidak seatraktif dalam cabang seni gerak, suara, dan bunyi. Namun, dalam lomba ini gagasan dan imajinasi bergerak liar menembus ruang dan waktu, kemudian tertangkap dan hinggap dalam wujud lukisan dan tulisan.
Ketika itu, peserta secara fisik memang diam di tempat duduk. Kecuali masing-masing peserta sendiri, semua orang yang hadir di tenda tempat lomba (termasuk juri) tidak ada yang tahu apa yang berada dalam benak mereka. Hening....! Suasana demikian paling-paling dihiasi desahan nafas yang berpadu dengan suara goresan kuwas dan pena di atas kertas. Demikian pula saat Presiden dan rombongan hadir mengamati, para peserta tidak bergeming dari tempat duduk dan keasyikan berkarya. Justru keadaan seperti itu menambah kekaguman Presiden dan rombongan, bahwa para peserta menunjukkan proses kreatif yang sesungguhnya, tidak dibuat-buat, bahkan sangat alamiah sesuai dengan tingkat perkembangan mereka.
Keadaan di tenda lomba cipta lagu agak berbeda dibandingkan dengan keadaan di tenda lomba lukis dan cipta puisi. Ketika Presiden dan rombangan berkunjung ke tenda lomba cipta lagu, para peserta sudah selesai mencipta lagu ke dalam bentuk partitur. Selanjutnya juri memilih 12 karya terbaik untuk disajikan oleh penciptanya di hadapan tim juri, dan disaksikan oleh Presiden beserta rombongan. Pada saat peserta menyajikan karya lagunya di hadapan juri, Presiden tampak menyimak dengan penuh apresiasi. Selain Presiden, turut pula menyaksikan antara lain Mendiknas, Menbudpar, dan Gubernur Jawa Barat. Para peserta tampil percaya diri, tiak menunjukkan rasa rikuh dan kaku; justru mereka bangga bahwa karyanya diapresiasi Presiden, para menteri, dan pejabat lainnya.
KEKAGUMAN PARA JURI TIM JURI lomba lukis, cipta puisi, dan cipta lagu terdiri dari unsur pendidik, pengamat seni anak-anak, seniman, dan dari kalangan instansi pemerintah yang berkompeten. Nano Riantiarno sebagai ketua tim juri cipta puisi dan mewakili juri lomba lukis membacakan hasil penjurian untuk dua cabang lomba tersebut. Sebelum membacakan surat keputusan tentang pemenang lomba, Nano mengungkapkan tentang karya-karya yang dihasilkan para peserta yang sangat mengagumkan, bahkan tema-tema yang diangkat oleh peserta di luar dugaan. Nano, mewakili tim juri merasa optimis bahwa regenerasi seniman tengah berlangsung dengan cerah, bila menyimak karya-karya para peserta lomba pada tahun ini baik SD/MI maupun SMP/MTs. Dalam 10 atau 20 tahun ke depan, Indonesia tidak akan kehabisan seniman yang kreatif, apabila para peserta dibina secara intensif semenjak sekarang. Sebelum memanggil para pemenang cipta puisi, Nano terlebih dahulu membacakan puisi juara ke-1 yang berjudul, “Emak”. Adapun para pemenang lomba cipta puisi jenjang SMP/MTs meliputi juara: - Provinsi Kepulauan Riau
- Provinsi Nusa Tenggara Barat
- Provinsi Jawa Tengah
Harapan 1 Provinsi Kalimantan Timur Harapan 2 Provinsi Gorontalo Harapan 3 Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Pada lomba lukis dihasilkan juara: 1. Provinsi Jawa Timur, 2. Provinsi Bali, 3. Provinsi Bengkulu; Harapan 1. Provinsi Kalimantan Barat, Harapan 2. Provinsi Kepulauan Riau, dan Harapan 3. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tim juri lomba cipta lagu diwakili oleh Purwacaraka. Sebelum membacakan pemenang, Purwa terlebih dahulu mengemukakan kegembiraannya atas prospek lagu anak-anak yang diciptakan oleh anak-anak itu sendiri. Menurut Purwa, ternyata bahwa para peserta begitu peka menyerap kehidupan sekitarnya, sehingga tema yang disampaikan pada saat lomba dapat diungkapkan dalam karya cipta lagu. Adapun lagu yang tercipta benar-benar sesuai dengan kondisi perkembangan penciptanya, bukan lagu anak yang diciptakan oleh orang dewasa. Para pemenang cipta lagu meliputi juara: 1. Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, 2. Provinsi Jawa Tengah, 3. Provinsi Maluku; Harapan 1. Provinsi Sulawesi Selatan, Harapan 2. Provinsi Sulawesi Utara, dan Harapan 3. Provinsi Sumatera Barat. Para juara dianugerahi piagam yang ditandatangani Presiden dan Ibu Negara, piala, serta uang tabungan. Sementara para peserta tingkat nasional memperoleh piagam penghargaan yang ditandatangani Mendiknas dan Menbudpar. Penulis : Mamat Supriatna Konsultan Direktorat Pembinaan SMP
|